STERILISASI DAN DISINFEKSI

STERILISASI DAN DISINFEKSI

Ada 2 cara yang digunakan untuk pencegahan infeksi yaitu dengan sterilisasi dan disinfeksi.

PENGERTIAN STERILISASI :
pembebasan semua organisme-organisme yang hidup,termasuk bakteri dan sporanya,secara kimia atau secara fisika (sumber : http://akulturunhas.blogspot.com/2008/11/sterilisasi dan disinfeksi.html)
proses mematikan semua organisme termasuk bakteri,spora bakteri,kapang dan virus. (http://permimalang.wordpress.com/category/sterilisasi/)
membunuh semua organisme beserta sporanya serta mencegah organisme tersebut agar tidak kembali hidup. (mikrobiologi dan imunologi : 1992 )

METODE-METODE STERILISASI
A.Metode sterilisasi panas
Penguapan bertekanan tinggi yang menggunakan autoklaf atau pemanasan kering dengan oven.
sterilisasi uap tekanan tinggi :
metode sterilisasi yang efektif untuk mensterilkan instrumen dan alat- alat lain yang digunakan pada berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.(Gruendemann dan Mangun : 2001 )
sterilisasi panas kering (oven ). :
membutuhkan listrik terus-menerus, kurang efektif di daerah terpencil,digunakan pada benda-benda gelas atau logam,karena akan melelehkan bahan lainnya.
B.Sterilisasi dengan cara penguapan
Penguapan adalah sterilan yang efektif karena 2 alasan yaitu :
Pertama,,uap pekat adalah sebuah kendaraan energi termal yang sangat efektif.Kedua,,uap adalah sterilan yang efektif karena lapisan luar mikroorganisme bersifat protektif dan resistan gapat dilemahkan oleh uap,sehingga terjadi koagulasi pada bagian mikroorganisme yang sensitif.
kelebihan : paling efektif,waktu sterilisasi lebih pendek daripada panas kering atau siklus kimia.
kekurangan : membutuhkan sumber panas yang terus-menerus, membutuhkan peralatan yang butuh perawatan serius, bahan plastik tidak tahan suhutinggi.
C.Sterilisasi kimia
Digunakan apabila dengan sterilisasi panas kering atau sterilisasi tekanan tinggi akan merusak objek tersebut atau peralatan tidak tersedia.
kelebihan : larutan glutyaraldehid dan formaldehid tidak begitu mudah dinonaktifkan oleh materi organik, kedua larutan ini digunakan untuk instrumen yang tidak tahan sterilisasi panas ,seperti leparoskop
kekurangan : glutaraldehid mahal harganya. Formaldehid tidak dapat dicampur dengan clorin karena memproduksi gas berbahaya.

PENYIMPANAN :
Ditempatkan bersebelahan dengan atau dihubungkan ketempat sterilisasi berlangsung, disebuah area yang terpisah dan tertutup dengan akses terbatas yang digunakan untuk menyimpan bahan suplai pasien yang bersih dan steril.

MASA BERLAKU:
Masa berlakunya bahan-bahan (yaitu berapa lama instrumen masih dianggap steril ) setelah sterilisasi berhubungan dengan kejadian.
Oleh karena itu masa berlakunya sterilisasi tergantung pada faktor-faktor berikut ini :
kualitas pembungkus atau wadah.
berapa kali sebuah paket dipegang sebelum digunakan.
berapa banyak orang yang telah memegang paket tersebut.
penggunaan penutup debu plastik dan penyegelan.

Pasteurisasi : suatu proses yang menggunakan panas basah untuk membunuh patogen yang tidak membentuk spora,seperti mycobacterium tuberculosis dan salmonellae atau brucella sp.

DISINFEKSI
dilakukan apabila sterilisasi sudah tidak mungkin dikerjakan ,meliputi : penghancuran dan pemusnahan mikroorganisme patogen yang ada tanpa tindakan khusus untuk mencegah kembalinya mikroorganisme tersebut. (mikrobiologi dan imunologi : 1992 ).
tindakan untuk membunuh organisme-organisme patogen (kecuali spora kuman ) yang dilakukan terhadap benda mati. (http://limarwin.blogspot.com/2007/10/mikribiologi_dasar .html
perebusan atau pengukusan
Menggunakan panas untuk membunuh mikroorganisme.
Kekurangan pengukusan adalah kukusan yang tersedia umumnya kecil, sehingga hanya cukup untuk alat-alat dalam jumlah terbatas.
Beberapa keuntungan dan kekurangan perebusan dan penguapan terhadap disinfeksi tingkat tinggi adalah :
Keuntungan :
murah
mudah diajarkan pada petugas kesehatan.
tidak memerlukan bahan kimia.
sumber panas tersedia dimana-mana.
Kerugian :
waktu pemrosesan harus diatur dengan seksama.
sumber minyak diperlukan.

Disinfeksi tingkat tinggi dengan bahan kimiawi
Pemilihan disinfeksi harus didasarkan pada sifat-sifat benda yang akan didisinfeksi, daerah yang digunakan ( misalnya ; ventilasi yang baik ) dan petugas terampil dalam tindakan ini.
Keuntungan menggunakan disinfeksi tingkat tinggi :
larutan klorin bereaksi cepat, sangat efektif terhadap HIV/AIDS, serta murah dan mudah didapat.
Kerugian utamanya adalah :
larutan klorin >0,5% dapat merusak logam.

Perbedaan antara sterilisasi dengan disinfeksi :
dalam sterilisasi, suatu benda dibebaskan dari suatu mikroorganisme secara kiomiawi atau secara fisika ; sedangkan dalam disinfeksi, infektifitas potensial dari benda/material yang dirusak/dibinasakan dengan menggunakan germicidal agents.

Perbedaan antara disinfektan dengan antiseptik :
dalam disinfektan, efektif terhadap semua jenis mikroba (membunuh semua atau hampir semua mikroorganisme patogenik, tetapi karena toksin terhadap jarungan hidup maka hanya dipergunakan untuk benda-benda mati ; sedangkan antiseptik hanya membunuh organisme patogen.

Antiseptik kimia :
Beberapa hal yang harus diperhatikan pada disinfeksi kimia :
1.harus ada rongga yang cukup diantara alat-alat yang akan didisinfeksi, sehingga kontak menyeluruh.
2.sebaiknya yang dipakai adalah germisids ( membunuh kuman )
3.waktu disinfeksi harus tepat, tidak boleh terlalu lama atau sebentar.
4.larutan dan pengenceran disinfektan yang dipakai harus tepat.
5.sebaiknya memakai hand lotion sesudah kontak dengan disinfektan.

H.Evaluasi.
Evaluasi proses belajar dilakukan dengan memberikan pertanyaan secara l isan untuk dijawab mahasiswa secara lisan juga.
1.cara apa yang digunakan untuk pencegahan infeksi !
sterilisasijawab :
Disinfeksi
2.jelaskan pengertian sterilisasi !
Jawab : sterilisasi adalah proses mematikan semua organisme termasuk bakteri,spora bakteri, maupun virus
3.sebutkan metode-metode sterilisasi !
sterilisasi panasJawab :
sterilisasi dengan cara penguapan
sterilisasi kimia
4.sebutkan kelebihan dan kerugian metode sterilisasi dengan
cara penguapan !
Jawab : paling efektifkelebihan :
waktu lebih pendek
butuh sumber panas yang terus-meneruskekurangan :
bahan plastik tidak tahan suhu tinggi
5.sebutkan faktor yang menentukan masa berlakunya sterilisasi !
kualitasJawab : pembungkus/wadah
berapa kali sebuah paket dipegang sebelum digunakan
berapa banyak orang yang memegang paket tersebut
6.jelaskan pengertian disinfeksi !
Jawab : disinfeksi adalah tindakan untuk membunuh organisme patogen
Yang dilakukan terhadap benda mati.
7.sebutkan keuntungan dari perebusan !
murahJawab :
mudah diajarkan
tidak memerlukan bahan kimiawi
8.jelaskan perbedaan antara sterilisasi dengan disinfeksi !
Jawab : dalam sterilisasi ,suatu benda dibebaskan dari semua organisme secara kimiawi atau fisika ; sedangkan dalam disinfeksi, infektivitas potensial dari benda/material yang dirusak dengan menggunakan germicidal agents.
9.jelaskan perbedaan antara disinfektan dengan antiseptik !
Jawab : disinfektsn efektif terhadap semua jenis mikroba ; sedangkan antiseptik hanya membunuh organisme patogen
DIAGNOSA KEPERAWATAN
• Gangguan perfusi jaringan berhubungan dengan melemahnya / menurunnya aliran darah ke daerah gangren akibat adanya obstruksi pembuluh darah.
• Gangguan integritas jaringan berhubungan dengan adanya gangren pada ekstrimitas.
• Gangguan rasa nyaman ( nyeri ) berhubungan dengan iskemik jaringan.
Tujuan : rasa nyeri hilang/berkurang
• Keterbatasan mobilitas fisik berhubungan dengan rasa nyeri pada luka.
• Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake makanan yang kurang.
• Potensial terjadinya penyebaran infeksi ( sepsis ) berhubungan dengan tingginya kadar gula darah.
• Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya.
• Kurangnya pengetahuan tentang proses penyakit, diet, perawatan dan pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi
• Gangguan gambaran diri berhubungan dengan perubahan bentuk salah satu anggota tubuh.
• Ganguan pola tidur berhubungan dengan rasa nyeri pada luka di kaki.

STERILISASI
Sterilisasi
Pengertian ; Suatu tindakan untuk membunuh kuman pathogen dan apatogen beserta sporanya pada peralatan perawatan dan kedokteran dengan cara merebus, stoom, panas tinggi, atau menggunakan bahan kimia.
Jenis peralatann yang dapat disterilkan :
(1)Peralatan yang terbuat dari logam, misalnya pinset, gunting, speculum dan lain-lain.
(2)Peralatan yang terbuat dari kaca, misalnya semprit (spuit), tabung kimia dan lain-lain.
(3)Peralatan yang terbuat dari karet, misalnya, kateter, sarung tangan, pipa penduga lambung, drain dan lain-lain.
(4)Peralatan yang terbuat dari ebonit, misalnya kanule rectum, kanule trachea dan lain-lain.
(5)Peralatan yang terbuat dari email, misalnya bengkok (nierbekken), baskom dan lain-lain.
(6)Peralatan yang terbuat dari porselin, misalnya mangkok, cangkir, piring dan lain-lain.
(7)Peralatan yang terbuat dari plastik, misalnya slang i8nfus dan lain-lain.
(8)Peralatan yang terbuat dari tenunan, misalnya kain kasa, tampon, doek operasi, baju, sprei, sarung bantal dan lain-lain.
Pelaksanaan :
(1)Sterilisasi dengan cara rebus
Mensterikan peralatan dengan cara merebus didalam air sampai mendidih (1000C) dan ditunggu antara 15 sampai 20 menit. Misalnya peralatan dari logam, kaca dan karet.
(2)Sterilisasi dengan cara stoom
Mensterikan peralatan dengan uap panas didalam autoclave dengan waktu, suhu dan tekanan tertentu. Misalnya alat tenun, obat-obatan dan lain-lain.
(3)Sterilisasi dengan cara panas kering
Mensterikan peralatan dengan oven dengan uap panas tinggi. Misalnya peralatan logam yang tajam, peralatan dari kaca dan obat tertentu.
(4)Sterilisasi dengan cara menggunakan bahan kimia
Mensterikan peralatan dengan menggunakan bahan kimia seperti alkohol, sublimat, uap formalin, khususnya untuk peralatan yang cepat rusak bila kene panas. Misalnya sarung tangan, kateter, dan lain-lain.
Perhatian :
(1)Sterilisator harus dalam keadaan siap pakai.
(2)Peralatan harus bersih dan masigh berfungsi.
(3)Peralat yang dibungkus harus diberi label yang dengan jelas mencantumkan : nama, jenis peralatan, tanggal dan jam disterilkan.
(4)Menyusun peralatan didalam sterilisator harus sedemikian rupa, sehingga seluruh bagian dapat disterilkan.
(5)Waktu yang diperlukan untuk mensterilkan setiap jenis peralatan harus tepat (dihitung sejak peralatan disterilkan).
(6)Dilarang memasukkan atau menambahkan peralatan lain kedalam sterilisator, sebelum waktu untuk mensterilkan selesai.
(7)Memindahkan peralatan yang sudah steril ketempatnya harus dengan korentang steril.
(8)Untuk mendinginkan peralatan steril dilarang membuka bungkus maupun tutupnya.
(9)Bila peralatan yang baru disterilkan terbuka, peralatan tersebut harus disterilkan kembali.
Pemeliharaan Peralatan Perawatan dan Kedokteran
Pengertian :
Melaksanakan pemeliharaan peralatan perawatan dan kedokteran dengan cara membersihkan, mendesinfeksi atau mensterilkan serta menyimpannya.
Tujuan :
(1)Menyiapkan peralatan perawatan dan kedokteran dalam keadaan siap pakai.
(2)Mencegah peralatan cepat rusak.
(3)Mencegah terjadinya infeksi silang.
a.Pemeliharaan Peralatan Dari Logam.
Jenis peralatan :
Misalnya :
(1)pisau operasi.
(2)Gunting.
(3)Pinset.
(4)Kocher.
(5)Korentang.
Persiapan :
(1)Peralatan yang akan dibersihkan.
(2)Tempat pencucuian dengan air yang mengilir atau baskom berisi air bersih.
(3)Sabun cuci.
(4)Sikat halus.
(5)Bengkok (nierbekken).
(6)Lap kering.
(7)Larutan desinfektan.
(8)Kain kasa.
(9)Stalisator dalam keadaan siap pakai.
Pelaksanaan :
(1)Peralatan yang sudah dipergunakan, dibilas air (sebaiknya dibawah air mengalir) untuk menghilangkan kotoran yang melekat, kemudian direndam didalam larutan desinfektan sekurang-kurangnya dua jam. Khusus peralatan yang telah dipergunakan pada pasien berpenyakit menular, harus direndam sekurang-kurangnya 24 jam.
(2)Peralatan disabuni satuper satu, kemudian dibilas. Selanjutnya disterilkan dengan cara merebus didalam sterilisator yang telah diisi air secukupnya, dimasak sampai mendidih. Setelah air mendidih sekurang=-kurangnya 15 menit baru diangkat.
(3)Peralatan yang telah disterilkan, diangkat atau dipindahkan dengan korentang steril ketempat penyiumpanan yang steril.
(4)Setelah selesai, peralatan dibersihkan, di\bereskan dan dikembalikan ketempat semula.
Perhatian :
Khusus peralatan logam yang tajam (misalnya pisau, gunting, jarum dll) harus dibungkus dulu dengan kain kasa, kemudian barulah dimasukkan kedalam sterilisator, setelah air mendidih dan ditungguantara tiga sampai lima menit baru diangkat.
b.Pemeliharaan Peralatan dari Gelas.
Jenis peralatan :
Misalnya :
(1)Kateter.
(2)Pengisap lendir bayi
(3)Spuit.
Persiapan :
(1)Peralatan yang akan dibersihkan.
(2)Tempat pencucian dengan air yang mengalir ataubaskom berisi air bersih.
(3)Sabun cuci
(4)Sikat halus.
(5)Bengkok (nierbekken).
(6)Lap kering.
(7)Larutan desinfektan.
(8)Kais kasa.
(9)Sterilisator dalam keadaan siap pakai.
(10)Lidi kapas
Pelaksanaan :
Sama dengan pelaksanaan pemeliharaan peralatan dai ligam. Tapi khusus spuit, pengisapnya dikeluarkan dan jarumnya dilepas, kemudian masing-masing alat dibungkus dengan kain kasa, dan setelah itu baru dimasukkan kedalam sterilisator yang sudah berisi air dan diltakkan berdampingan.
c.Pemeliharaan Peralatan Dari Karet.
Jenis peralatan :
Misalnya :
(1)kateter.
(2)Pipa penduga lambung atau maagslang.
(3)Drain.
Persiapan :
(1)Peralatan yang akan dibersihkan.
(2)Tempat pencucian dengan air yang mengalir atau baskom.
(3)Sabun cuci.
(4)Bengkok (nierbekken).
(5)Spuit.
(6)Kapas bersih dan tempatnya.
(7)Larutan desinfektan.
(8)Sterilisator dalam keadaan siap pakai.
Pelaksanaan :
(1)peralatan dibersihkan dan jika ada bekas-bekas plastic dihilangkan dengan kapas bersih.
(2)Bagian didalamnya dibersihkan dengan menyemprotkan air dari spuit atau air mengalir sambil dipijit-pijit sampai bersih.
(3)Setelah bersih, peralatan kemudian direndam didalam larutan desinfektan sekurang-kurangnya dua jam, selanjutnya disabuni dan dibilas.
(4)Setelah air didalam sterilisator mendidih, peralatan dimasukkan dan dibiarkan antara lima samapai sepuluh menit, baru diangkat dengan korentang steril. Setelah itu peralatan disimpan ditempat yang steril.
(5)Setelah selesai, peralatan dibersihkan, dibereskan dan dikembalikan ke tempat semula.
d.Pemeliharaan sarung Tangan.
Persiapan :
(1)Sarung tangan kotor (bekas dipergunakan).
(2)Tempat pencucian dengan air mengalir atau baskom berisi air bersih.
(3)Sabun cuci.
(4)Lap kering atau handuk.
(5)Bedak biasa.
(6)Tablet formalin secukupnya.
(7)Tromol atau stoples yang tertutup rapat.
Pelaksanaan :
(1)Sarung tangan dibersihkan dan disabinu bagian luar dan dalamnya, lalu dibilas.
(2)Sarung tangan diperiksa apakah bocor atau tidak, dengan cara memasukkan udara kedalamnya, lalu dicelupkan ke dalam air. Bila bocor dipisahkan.
(3)Setelah bersih, sarung tangan dikeringkan dengan cara menggantungkannya terbalik atau langsungdikeringkan luar dan dalamnya dengan handuk atau lap kering.
(4)Beri bedak tipis secara merata bagian luar dan dalamnya.
(5)Sarung tangan diatur atau digulung sepasang-sepasang atau dipisahkan misalnya satu kelompok bagian kiri atau kanan saja. Bila dipisahkan kiri atau kanan saja, harus diberi label pengenal yang jelas pada tromol atau stoples masing-masing yang menunjukkan sebelah kanan atau kiri, serta tanggal dan jam dimulainya sterilisasi.
(6)Sarung tangan kemudian dimasukkan kedalam tromol atau stoples yang telah berisi tablet formalin untuk disterilkan selama 24 jam sejak saat dimasukkan. Untuk tromol atau stoples ukuran satu liter digunakan empat tablet formalin 50 gram.
(7)Setelah selesai, peralatan dibersihkan, dibereskan dan dikembalikan ketempat semula.




Related Post:

0 komentar:

Daftar Isi

Welcome to Kumpulan Materi Keperawatan

Bismillah, Alhamdulillah, My Name is Ilham Burhanuddin and my nickname is Ilo and I was born in kendari on Juli 15, 1986. I’m Blogger from Indonesia. I hope all my Posts is usefull for all of you. Thanks for visit here and support me. The text, images and the tutorials themselves are under copyright of their respective author, so you cannot copy them either in english or in any other translated language. Also the Blogger Templates and Widgets provided on this website are licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License, which permits both personal and commercial use. However, to satisfy the ‘attribution’ clause of the license, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its authors.

Social Stuff

  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • HOME
Info