ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KASUS MENINGITIS

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KASUS MENINGITIS





DISUSUN OLEH :
Nama : ILHAM
Tingkat : III C


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AVICENNA KENDARI
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
2009/2010





KATA PENGANTAR


Dengan nama Allah SWT Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan karunia- NYA sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KASUS MENINGITIS “ dapat di selesaikan tepat pada waktunya.
Makalah ini di susun berdasarkan tinjauan teoritis dan tinjauan kasus serta tidak lepas dari bimbingan dosen sehingga sekurang- kurangnya dapat diminimalisir. Untuk itu kami ucapkan banyak terima kasih kepada teman- teman yang telah sama- sama membantu dalam penyusunan makalah ini.
Walaupun demikian, kami menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan yang disebabkan oleh keterbatasan sarana dan prasarana yang kami miliki. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sangat mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.

Kendari, Maret 2010



Penulis


DAFTAR ISI

Hal
HALAMAN JUDUL …………………………………………………………... i
KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………. iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ………............................................................................1
B. Rumusan Masalah …………………………………….…......…................2
C. Tujuan Penulisan .......................................................................................3
D. Manfaat Penulisan ...................................................................................4

BAB II TINJAUAN TEORITIS
1. Pengertian ................................................................................................5
2. Etiologi ....................................................................................................6
3. Patifisiologi .............................................................................................7
4. Manifestasi Klinis ....................................................................................8
5. Komplikasi ..............................................................................................9
6. Penatalaksanaan Medis.............................................................................9
7. Pemeriksaan Diagnostik .........................................................................10

BAB III PENERAPAN ASKEP
A. Pengkajian .............................................................................................11
B. Diagnosa Keperawatan ..........................................................................13
C. Intervensi Dan Rasional ........................................................................13
D. Evaluasi..................................................................................................17

DAFTAR PUSTAKA


ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN MENINGITIS

A. Defenisi

Meningitis adalah radang pada meningen (membran yang mengelilingi otak dan medula spinalis) dan disebabkan oleh virus, bakteri atau organ-organ jamur(Smeltzer, 2001).
Meningitis merupakan infeksi akut dari meninges, biasanya ditimbulkan oleh salah satu dari mikroorganisme pneumokok, Meningokok, Stafilokok, Streptokok, Hemophilus influenza dan bahan aseptis (virus) (Long, 1996).
Meningitis adalah peradangan pada selaput meningen, cairan serebrospinal dan spinal column yang menyebabkan proses infeksi pada sistem saraf pusat (Suriadi & Rita, 2001).

B. Etiologi

1) Bakteri; Mycobacterium tuberculosa, Diplococcus pneumoniae (pneumokok), Neisseria meningitis (meningokok), Streptococus haemolyticuss, Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Peudomonas aeruginosa
2) Penyebab lainnya lues, Virus, Toxoplasma gondhii dan Ricketsia
3) Faktor predisposisi : jenis kelamin lakilaki lebih sering dibandingkan dengan wanita
4) Faktor maternal : ruptur membran fetal, infeksi maternal pada minggu terakhir kehamilan
5) Faktor imunologi : defisiensi mekanisme imun, defisiensi immunoglobulin
6) Kelainan sistem saraf pusat, pembedahan atau injury yang berhubungan dengan system persarafan

C. Klasifikasi

Meningitis dibagi menjadi 2 golongan berdasarkan perubahan yang terjadi pada cairan otak, yaitu :

1) Meningitis serosa
Adalah radang selaput otak araknoid dan piameter yang disertai cairan otak yang jernih. Penyebab terseringnya adalah Mycobacterium tuberculosa. Penyebab lainnya lues, Virus, Toxoplasma gondhii dan Ricketsia.

2) Meningitis purulenta
Adalah radang bernanah arakhnoid dan piameter yang meliputi otak dan medula spinalis. Penyebabnya antara lain : Diplococcus pneumoniae (pneumokok), Neisseria meningitis (meningokok), Streptococus haemolyticuss, Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Peudomonas aeruginosa.



D. Patofisiologi

Meningitis bakteri dimulai sebagai infeksi dari oroaring dan diikuti dengan septikemia, yang menyebar ke meningen otak dan medula spinalis bagian atas.
Faktor predisposisi mencakup infeksi jalan nafas bagian atas, otitis media, mastoiditis, anemia sel sabit dan hemoglobinopatis lain, prosedur bedah saraf baru, trauma kepala dan pengaruh imunologis. Saluran vena yang melalui nasofaring posterior, telinga bagian tengah dan saluran mastoid menuju otak dan dekat saluran vena-vena meningen; semuanya ini penghubung yang menyokong perkembangan bakteri.
Organisme masuk ke dalam aliran darah dan menyebabkan reaksi radang di dalam meningen dan di bawah korteks, yang dapat menyebabkan trombus dan penurunan aliran darah serebral. Jaringan serebral mengalami gangguan metabolisme akibat eksudat meningen, vaskulitis dan hipoperfusi. Eksudat purulen dapat menyebar sampai dasar otak dan medula spinalis. Radang juga menyebar ke dinding membran ventrikel serebral. Meningitis bakteri dihubungkan dengan perubahan fisiologis intrakranial, yang terdiri dari peningkatan permeabilitas pada darah, daerah pertahanan otak (barier oak), edema serebral dan peningkatan TIK.
Pada infeksi akut pasien meninggal akibat toksin bakteri sebelum terjadi meningitis. Infeksi terbanyak dari pasien ini dengan kerusakan adrenal, kolaps sirkulasi dan dihubungkan dengan meluasnya hemoragi (pada sindromWaterhouse-Friderichssen) sebagai akibat terjadinya kerusakan endotel dan nekrosis pembuluh darah yang disebabkan oleh meningokokus.


E. Manifestas klinis

Gejala meningitis diakibatkan dari infeksi dan peningkatan TIK :

1. Sakit kepala dan demam (gejala awal yang sering)
2. Perubahan pada tingkat kesadaran dapat terjadi letargik, tidak responsif, dan koma.
3. Iritasi meningen mengakibatkan sejumlah tanda sbb:
a) Rigiditas nukal ( kaku leher ). Upaya untuk fleksi kepala mengalami kesukaran karena adanya spasme otot-otot leher
b) Tanda kernik positip: ketika pasien dibaringkan dengan paha dalam keadan fleksi kearah abdomen, kaki tidak dapat di ekstensikan sempurna.
c) Tanda brudzinki : bila leher pasien di fleksikan maka dihasilkan fleksi lutut dan pinggul. Bila dilakukan fleksi pasif pada ekstremitas bawah pada salah satu sisi maka gerakan yang sama terlihat peda sisi ektremita yang berlawanan.

4. Mengalami foto fobia, atau sensitif yang berlebihan pada cahaya.
5. Kejang akibat area fokal kortikal yang peka dan peningkatan TIK akibat eksudat purulen dan edema serebral dengan tanda-tanda perubahan karakteristik tanda-tanda vital(melebarnya tekanan pulsa dan bradikardi), pernafasan tidak teratur, sakit kepala, muntah dan penurunan tingkat kesadaran.
6. Adanya ruam merupakan ciri menyolok pada meningitis meningokokal.
7. Infeksi fulminating dengan tanda-tanda septikimia : demam tinggi tiba-tiba muncul, lesi purpura yang menyebar, syok dan tanda koagulopati intravaskuler diseminata



F. Pemeriksaan Diagnostik

1. Analisis CSS dari fungsi lumbal :
a) Meningitis bakterial : tekanan meningkat, cairan keruh/berkabut, jumlah sel darah putih dan protein meningkat glukosa meningkat, kultur positip terhadap beberapa jenis bakteri.
b) Meningitis virus : tekanan bervariasi, cairan CSS biasanya jernih, sel darah putih meningkat, glukosa dan protein biasanya normal, kultur biasanya negatif, kultur virus biasanya dengan prosedur khusus.
2. Glukosa serum : meningkat ( meningitis )
3. LDH serum : meningkat ( meningitis bakteri )
4. Sel darah putih: sedikit meningkat dengan peningkatan neutrofil ( infeksi bakteri )
5. Elektrolit darah : Abnormal .
6. ESR/LED : meningkat pada meningitis
7. Kultur darah/ hidung/ tenggorokan/ urine : dapat mengindikasikan daerah pusat infeksi atau mengindikasikan tipe penyebab infeksi
8. MRI/ skan CT : dapat membantu dalam melokalisasi lesi, melihat ukuran/letak ventrikel; hematom daerah serebral, hemoragik atau tumor
9. Ronsen dada/kepala/ sinus ; mungkin ada indikasi sumber infeksi intra kranial.


G. Komplikasi

1. Hidrosefalus obstruktif
2. MeningococcL Septicemia ( mengingocemia )
3. Sindrome water-friderichen (septik syok, DIC,perdarahan adrenal bilateral)
4. SIADH ( Syndrome Inappropriate Antidiuretic hormone )
5. Efusi subdural
6. Kejang
7. Edema dan herniasi serebral
8. Cerebral palsy
9. Gangguan mental
10. Gangguan belajar
11. Attention deficit disorder


H. Asuhan Keperawatan

1. Pengkajian
a) Biodata klien
b) Riwayat kesehatan yang lalu
1) Apakah pernah menderita penyait ISPA dan TBC ?
2) Apakah pernah jatuh atau trauma kepala ?
3) Pernahkah operasi daerah kepala ?
c) Riwayat kesehatan sekarang
1) Aktivitas
Gejala : Perasaan tidak enak (malaise).
Tanda : ataksia,kelumpuhan, gerakan involunter.
2) Sirkulasi
Gejala : Adanya riwayat kardiopatologi : endokarditis dan PJK. Tanda : tekanan darah meningkat, nadi menurun, dan tekanan nadi berat, taikardi, disritmia.
3) Eliminasi
Tanda : Inkontinensi dan atau retensi.
4) Makanan/cairan
Gejala : Kehilangan nafsu makan, sulit menelan. Tanda : anoreksia, muntah, turgor kulit jelek dan membran mukosa kering.
5) Higiene
Tanda : Ketergantungan terhadap semua kebutuhan perawatan diri.
6) Neurosensori
Gejala : Sakit kepala, parestesia, terasa kaku pada persarafan yang terkena, kehilangan sensasi, hiperalgesia, kejang, diplopia, fotofobia, ketulian dan halusinasi penciuman. Tanda : letargi sampai kebingungan berat hingga koma, delusi dan halusinasi, kehilangan memori, afasia,anisokor, nistagmus,ptosis, kejang umum/lokal, hemiparese, tanda brudzinki positif dan atau kernig positif, rigiditas nukal, babinski positif,reflek abdominal menurun dan reflek kremastetik hilang pada laki-laki.
7) Nyeri/keamanan
Gejala : sakit kepala(berdenyut hebat, frontal). Tanda : gelisah, menangis.
8) Pernafasan
Gejala : riwayat infeksi sinus atau paru. Tanda : peningkatan kerja pernafasan.

2. Diagnosa keperawatan
a. Resiko tinggi terhadap penyebaran infeksi sehubungan dengan diseminata hematogen dari patogen
b. Risiko tinggi terhadap perubahan serebral dan perfusi jaringan sehubungan dengan edema serebral, hipovolemia.
c. Risisko tinggi terhadap trauma sehubungan dengan kejang umum/fokal, kelemahan umum, vertigo.
d. Nyeri (akut) sehubungan dengan proses inflamasi, toksin dalam sirkulasi
e. Kerusakan mobilitas fisik sehubungan dengan kerusakan neuromuskular, penurunan kekuatan
f. Anxietas berhubungan dengan krisis situasi, ancaman kemat

3. Intervensi keperawatan
a. Resiko tinggi terhadap penyebaran infeksi sehubungan dengan diseminata hematogen dari patogen.
Mandiri
1) Beri tindakan isolasi sebagai pencegahan
2) Pertahan kan teknik aseptik dan teknik cuci tangan yang tepat.
3) Pantau suhu secara teratur
4) Kaji keluhan nyeri dada, nadi yang tidak teratur demam yang terus menerus
5) Auskultasi suara nafas ubah posisi pasien secara teratur, dianjurkan nfas dalam
6) Cacat karakteristik urine (warna, kejernihan dan bau )
7) Kolaborasi : Berikan terapi antibiotik iv: penisilin G, ampisilin, klorampenikol, gentamisin.
b. Resiko tinggi terhadap perubahan cerebral dan perfusi jaringan sehubungan dengan edema serebral, hipovolemia.
Mandiri
1) Tirah baring dengan posisi kepala datar.
2) Pantau status neurologis.
3) Kaji regiditas nukal, peka rangsang dan kejang
4) Pantau tanda vital dan frekuensi jantung, penafasan, suhu, masukan dan haluaran.
5) Bantu berkemih, membatasi batuk, muntah mengejan.
6) Kolaborasi.
Tinggikan kepala tempat tidur 15-45 derajat.
Berikan cairan iv (larutan hipertonik, elektrolit ).
Pantau BGA.
Berikan obat : steoid, clorpomasin, asetaminofen
c. Resiko tinggi terhadap trauma sehubungan dengan kejang umum/vokal, kelemahan umum vertigo.
Mandiri
1) Pantau adanya kejang
2) Pertahankan penghalang tempat tidur tetap terpasang dan pasang jalan nafas buatan
3) Tirah baring selama fase akut kolaborasi berikan obat : venitoin, diaepam, venobarbital.
d. Nyeri (akut ) sehubungan dengan proses infeksi, toksin dalam sirkulasi.
Mandiri.
1) Letakkan kantung es pada kepala, pakaian dingin di atas mata,berikan posisi yang nyaman kepala agak tinggi sedikit, latihan rentang gerak aktif atau pasif dan masage otot leher.
2) Dukung untuk menemukan posisi yang nyaman(kepala agak tingi)
3) Berikan latihan rentang gerak aktif/pasif.
4) Gunakan pelembab hangat pada nyeri leher atau pinggul
5) Kolaborasi
Berikan anal getik, asetaminofen, codein
e. Kerusakan mobilitas fisik sehubungan dengan kerusakan neuromuskuler.
1) Kaji derajat imobilisasi pasien.
2) Bantu latihan rentang gerak.
3) Berikan perawatan kulit, masase dengan pelembab.
4) Periksa daerah yang mengalami nyeri tekan, berikan matras udsra atau air perhatikan kesejajaran tubuh secara fumgsional.
5) Berikan program latihan dan penggunaan alat mobiluisasi.
f. Perubahan persepsi sensori sehubungan dengan defisit neurologis
1) Pantau perubahan orientasi, kemamapuan berbicara,alam perasaaan, sensorik dan proses pikir.
2) Kaji kesadara sensorik : sentuhan, panas, dingin.
3) Observasi respons perilaku.
4) Hilangkan suara bising yang berlebihan.
5) Validasi persepsi pasien dan berikan umpan balik.
6) Beri kessempatan untuk berkomunikasi dan beraktivitas.
7) Kolaborasi ahli fisioterapi, terapi okupasi,wicara dan kognitif.
g. Ansietas sehubungan dengan krisis situasi, ancaman kematian.
1) Berikan penjelasan tentang penyakitnya dan sebelum tindakan prosedur.
2) Beri kesempatan untuk mengungkapkan perasaan.
3) Libatkan keluarga/pasien dalam perawatan dan beri dukungan serta petunjuk sumber penyokong


















DAFTAR PUSTAKA

Doenges, Marilyn E, dkk.(1999).Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Alih Bahasa, I Made Kariasa, N Made Sumarwati. Editor edisi bahasa Indonesia, Monica Ester, Yasmin asih. Ed.3. Jakarta : EGC.
Harsono.(1996).Buku Ajar Neurologi Klinis.Ed.I.Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
Smeltzer, Suzanne C & Bare,Brenda G.(2001).Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth.Alih bahasa, Agung Waluyo,dkk.Editor edisi bahasa Indonesia, Monica Ester.Ed.8.Jakarta : EGC.
Tucker, Susan Martin et al. Patient care Standards : Nursing Process, diagnosis, And Outcome. Alih bahasa Yasmin asih. Ed. 5. Jakarta : EGC; 1998.
Price, Sylvia Anderson. Pathophysiology : Clinical Concepts Of Disease Processes. Alih Bahasa Peter Anugrah. Ed. 4. Jakarta : EGC; 1994.
Long, Barbara C. perawatan Medikal Bedah : Suatu Pendekatan Proses Keperawatan. Bandung : yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan; 1996.




Related Post:

0 komentar:

Daftar Isi

Welcome to Kumpulan Materi Keperawatan

Bismillah, Alhamdulillah, My Name is Ilham Burhanuddin and my nickname is Ilo and I was born in kendari on Juli 15, 1986. I’m Blogger from Indonesia. I hope all my Posts is usefull for all of you. Thanks for visit here and support me. The text, images and the tutorials themselves are under copyright of their respective author, so you cannot copy them either in english or in any other translated language. Also the Blogger Templates and Widgets provided on this website are licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License, which permits both personal and commercial use. However, to satisfy the ‘attribution’ clause of the license, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its authors.

Social Stuff

  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • HOME
Info