Askep Kejang demam

1. DEFINISI
Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (rectal > 38oC) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium.Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam kemudian kejang demam kembali tidak termasuk dalam kejang demam. Kejang demam biasanya terjadi pada anak umur 6 bln - 5 th. Bila anak berumur kurang dari 6 bln atau lebih dari 5 th mengalami kejang didahului demam perlu dipikirkan kemungkinan lain, misalnya infeksi susunan saraf pusat, epilepsy yang kebetulan terjadi bersamaan dengan demam.
Kejang Demam (Febrile Convulsion) adalah kejang pada bayi atau anak anak yang terjadi akibat demam, tanpa adanya infeksi pada susunan saraf pusatmaupun kelainan saraf lainnya.Seorang anak yang mengalami kejang demam, tidak berarti dia menderita epilepsi karena epilepsi ditandai dengan kejang berulang yang tidak dipicu oleh adanya demam.Hampir sebanyak 1 dari setiap 25 anak pernah mengalami kejang demam dan lebih dari sepertiga dari anak-anak tersebut mengalaminya lebih dari 1 kali. Kejang demam biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia antara 6 bulan-5 tahun dan jarang terjadi sebelum usia 6 bulan maupun sesudah 3 tahun.
Kejang demam, dalam istilah medis dikenal sebagai febrile konvulsi, adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rectal > 38 oC), yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium (di luar susunan saraf pusat). Penyakit ini paling sering terjadi pada anak, terutama pada golongan umur 6 bulan sampai 4 tahun. Pada keadaan demam, kenaikan suhu 1 oC akan mengakibatkan kenaikan metabolisme basal 10% - 15% dan kebutuhan oksigen 20%. Akibatnya terjadi perubahan keseimbangan dari membran sel otak dan dalam waktu singkat terjadi difusi dari ion Kalium maupun ion Natrium melalui membran tadi, sehingga terjadi lepasnya muatan listrik. Lepasnya muatan listrik yang cukup besar dapat meluas ke seluruh sel/membran sel di dekatnya dengan bantuan neurotransmiter, sehingga terjadi kejang.
Kejang tersebut kebanyakan terjadi bersamaan dengan kenaikan suhu badan yang tinggi dan cepat yang disebabkan oleh infeksi di luar susunan saraf pusat, misalnya tonsilitis (peradangan pada amandel), infeksi pada telinga, dan infeksi saluran pernafasan lainnya. Kejang umumnya berhenti sendiri. Begitu kejang berhenti, anak tidak memberi reaksi apapun untuk sejenak, tetapi beberapa detik/menit kemudian anak akan terbangun dan sadar kembali tanpa kelainan saraf. Kejang demam yang berlangsung singkat umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan gejala sisa. Tetapi kejang yang berlangsung lama (> 15 menit) sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kerusakan permanen dari otak.
2. KLASIFIKASI
Kejang demam dibedakan menjadi dua yaitu kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks.
1. Kejang demam sederhana berlangsung singkat, kurang dari 10 menit, tonik klonik, serangan akan berhenti sendiri, tanpa gerakan fokal atau berulang dalam waktu 24 jam.
2. Kejang demam kompleks cirinya kejang berlangsung > 15 menit; kejang fokal atau parsial satu sisi, atau kejang umum didahului kejang partial; berulang atau lebih dari 1x dalam 24 jam.
3. GEJALA
Gejalanya berupa:
- Demam (terutama demam tinggi atau kenaikan suhu tubuh yang tejradi secara
tiba-tiba)
- Kejang tonik-klonik atau grand mal
- Pingsan yang berlangsung selama 30 detik-5 menit (hampir selalu terjadi
pada anak-anak yang mengalami kejang demam)
- Postur tonik (kontraksi dan kekakuan otot menyeluruh yang biasanya
berlangsung selama 10-20 detik)
- Gerakan klonik (kontraksi dan relaksasi otot yang kuat dan berirama, biasanya berlangsung selama 1-2 menit)
- Lidah atau pipinya tergigit
- Gigi atau rahangnya terkatup rapat
- Inkontinensia (mengeluarkan air kemih atau tinja diluar kesadarannya)
- Gangguan pernafasan
- Apneu (henti nafas)
- Kulitnya kebiruan.

Setelah mengalami kejang, biasanya:
- akan kembali sadar dalam waktu beberapa menit atau tertidur selama 1 jam/lebih - terjadi amnesia (tidak ingat apa yang telah terjadi) - sakit kepala
- mengantuk
- linglung (sementara dan sifatnya ringan).
Jika kejang tunggal berlangsung kurang dari 5 menit, maka kemungkinan terjadinya cedera otak atau kejang menahun adalah kecil.
4. FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Beberapa factor penting pada kejang demam adalah demam, umur, dan genetic. Demam sering disebabkan infeksi saluran pernafasan atas, otitis media, pneumonia, gastroenteritis, dan infeksi saluran kemih. Kejang tidak selalu timbul pada suhu yang paling tinggi, kadang-kadang demam yang tidak begitu tinggi sudah dapat menyebabkan kejang. Bila kejang telah terjadi pada demam yang tidak tinggi, anak mempunyai risiko tinggi untuk berulangnya kejang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kejang demam berulang:
• Usia ketika pertama kali terserang kejang demam (kurang dari 15 bulan)
• Sering mengalami demam
• Riwayat keluarga yang juga menderita kejang demam.
Jika kejang terjadi segera setelah demam atau jika suhu tubuh relatif rendah, maka besar kemungkinannya akan terjadi kembali kejang demam.Kejang demam bisa membuat orang tua cemas, tetapi sebetulnya tidakberbahaya. Selama kejang berlangsung, ada kemungkinan bahwa anak akanmengalami cedera karena terjatuh atau tersedak makanan maupun ludahnya sendiri.Belum bisa dibuktikan bahwa kejang demam bisa menyebabkan kerusakan otak. Penelitian menunjukkan, anak-anak yang pernah mengalami kejang demam memiliki prestasi dan kecerdasan yang normal di sekolahnya. 95-98% dari anak-anak yang pernah mengalami kejang demam, tidak berlanjut menjadi epilepsi.
Tetapi beberapa anak memiliki resiko tinggi menderita epilepsi, jika:
- kejang demam berlangsung lama
- kejang hanya mengenai bagian tubuh tertentu
- kejang demam yang berulang dalam waktu 24 jam
- anak menderita cerebral palsy,gangguan pertumbuhan/ kelainan saraf lainnya
5. ETIOLOGI
Penyebab yang pasti dari terjadinya kejang demam tidak diketahui.
Kejang demam biasanya berhubungan dengan demam yang tiba-tiba tinggi dan
kebanyakan terjadi pada hari pertama anak mengalami demam. Kejang berlangsung selama beberapa detik sampai beberapa menit. Kejang demam cenderung ditemukan dalam satu keluarga, sehingga diduga melibatkan faktor keturunan (faktor genetik). Kadang kejang yang berhubungan dengan demam disebabkan oleh penyakit lain, seperti keracunan, meningitis atau ensefalitis. Roseola atau infeksi oleh virus herpes manusia 6 juga sering menyebabkan kejang demam pada anak-anak. Disentri karena Shigella juga sering menyebakan demam tinggi dan kejang demam pada anak-anak.
Prognosis
Fakor risiko berulangnya kejang demam adalah:
* Riwayat kejang demam dalam keluarga
* Usia kurang dari 14 bln
* Tingginya suhu badan sebelum kejang
* Lamanya demam
Bila seluruh faktor diatas ada, kemungkinan berulang 80%, sedangkan bila tidak terdapat faktor tersebut hanya 10-15% kemungkinan berulang. Kemungkinan berulang. Kemungkinan berulang paling besar pada tahun pertama. Faktor risiko lain adalah terjadinya epilepsy.
Faktor risiko menjadi epilepsy adalah:
* Perkembangan saraf terganggu
* Kejang demam kompleks
* Riwayat epilepsy dalam keluarga
* Lamanya demam

6. PATOFISIOLOGI

7. GAMBARAN KLINIK
Manifestasi klinis Umumnya kejang demam berlangsung singkat, berupa serangan kejang umum. Seringkali kejang berhenti sendiri. Setelah kejang berhenti anak tidak memberi reaksi apapun untuk sejenak, tetapi setelah beberapa detik atau menit anak terbangun kembali tanpa kelainan neurologis. Perkembangan mental dan neurologis umumnya tetap normal pada penderita yang sebelumnya normal. Kelainan neurologis terjadi pada sebagian kecil penderita, ini biasanya terjadi pada penderita dengan kejang lama atau berulang baik umum atau fokal. Gangguan intelek dan gangguan belajar jarang terjadi pada kejang demam sederhana. IQ lebih rendah ditemukan pada penderita kejang demam yang berlangsung lama dan mengalami komplikasi. Risiko retardasi mental menjadi 5 kali lebih besar apabila kejang demam diikuti terulangnya kejang tanpa demam.
8. PENATALAKSANAAN
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya kejang pada seorang anak yang mengalami demam dan sebelumnya tidak ada riwayat epilepsi. Suhu tubuh yang diukur dengan cara memasukkan termometer ke dalam lubang dubur, menunjukkan angka lebih besar dari 38,9° Celsius. Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:
• EEG (perekaman aktivitas listrik di otak)
• CT scan kepala
• Pungsi lumbal
• Pemeriksaan neurologis.
PENGOBATAN
Orang tua sebaiknya tetap tenang dan mengawasi anaknya. Untuk mencegah terjadinya cedera, sebaiknya anak dibaringkan di lantai atau tanah, singkirkan benda-benda yang bisa melukai anak. Jangan menahan atau menggendong anak selama kejang berlangsung.
Supaya tidak tersedak, baringkan anak dalam posisi miring atau telungkup.
Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak karena bisa melukai dan
menyumbat saluran pernafasan.
Jika kejang berlangsung selama lebih dari 10 menit, anak harus segera dibawa
ke rumah sakit terdekat. Untuk mengatasi demam bisa diberikan asetaminofen atau ibuprofen. Aspirin sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati demam pada anak-anak
karena resiko terjadinya sindroma Reye.
Penyebab demam harus diobati.
Tindakan-tindakan
Nah, para orangtua yang mempunyai anak pada usia-usia sebelum 6 tahun, terutama pada usia 6 bulan hingga 4 tahun, bila menderita panas tinggi, harus waspada kemungkinan kejang apalagi di dalam keluarga ada riwayat menderita kejang. Bila anak sedang mendapat serangan kejang, tindakan-tindakan yang perlu dilakukan adalah sbb.:
* Usahakan orangtua atau siapapun yang ada di sekitarnya tidak panik.
* Longgarkan pakaian yang ada di tubuh, dan baringkan anak dalam posisi miring agar bila ada muntahan tidak masuk ke dalam paru-paru yang dapat terjadi pada anak yang tidak sadar.
* Kompres anak dengan air hangat, dan kain yang dibasahi air tersebut ditempelkan pada kedua ketiak dan selangkangan. Air yang hangat akan menguap dan uapnya akan mengambil panas tubuh sehingga suhu tubuh akan turun.
* Bila ada obat pereda pegang yang dapat dimasukkan lewat lubang pantat, segera diberikan, biasanya kejang akan segera berhenti. Saat ini sudah tersedia obat kejang yang berbentuk cairan, yang dapat dikeluarkan isinya setelah ujung tabungnya berada di dalam anus. Obat ini dapat diperoleh di apotek terdekat atas resep dokter. Cuma obatnya harus disimpan di tempat dingin. Bila anak menderita panas tinggi, tetapi tidak kejang dan pernah menderita kejang saat panas tinggi, maka obat di ataspun bisa dipakai sebagai pencegah kejang. Dokter yang pernah merawat anak tersebut akan memberitahu aturan pakainya. Kadang diberikan juga obat berupa tablet kalau obat yang dimasukkan di lubang pantat tidak tersedia atau di rumah tidak punya lemari pendingin.
Diimbau kepada orangtua yang punya anak menderita KDS tak perlu terlalu panik, sebab penyakit tersebut dapat dicegah, serta dapat diatasi sementara pertolongan dokter belum diperoleh. Oleh karena itu, setiap orangtua yang punya anak dalam usia di bawah 6 tahun, harus selalu menyediakan obat pereda panas di rumah. Bila anak pernah menderita KDS, mintalah obat pencegah dan pereda kejang. Jika pernah menderita serangan kejang yang lama atau kejang terjadi berulang dalam waktu yang berdekatan, mungkin anak memerlukan pemeriksaan yang lebih teliti atau kemungkinan akan menderita ayan yang memerlukan pengobatan rutin.
Penatalaksanaan pada penderita ini adalah
1. Menghentikan kejang secepat mungkin, dengan pemberian diazepam sebagai drug of choice, bisa parenteral maupun suppositoria. (untuk ini diharapkan membawa penderita ke dokter/pelayanan kesehatan dengan segera).
2. Pengobatan penunjang, semua pakaian ketat dibuka, posisi kepala sebaiknya miring untuk mencegah muntahan isi lambung ke dalam paru, dilakukan juga tindakan profilaksis terhadap kemungkinan kejang berikutnya.
Dengan penanggulangan yang tepat dan cepat, perjalanan penyakitnya baik dan tidak menimbulkan kematian.
kembali ke index artikel medis




Related Post:

0 komentar:

Daftar Isi

Welcome to Kumpulan Materi Keperawatan

Bismillah, Alhamdulillah, My Name is Ilham Burhanuddin and my nickname is Ilo and I was born in kendari on Juli 15, 1986. I’m Blogger from Indonesia. I hope all my Posts is usefull for all of you. Thanks for visit here and support me. The text, images and the tutorials themselves are under copyright of their respective author, so you cannot copy them either in english or in any other translated language. Also the Blogger Templates and Widgets provided on this website are licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License, which permits both personal and commercial use. However, to satisfy the ‘attribution’ clause of the license, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its authors.

Social Stuff

  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • HOME
Info