Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita

Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita

Alat reproduksi wanita terdiri dari :
alat / organ genetalia eksternal
alat / organ genetalia Internal

Fungsi sistem reproduksi wanita dipengaruhi oleh hormon – hormon gondaotropin / streoid dari poros hormonal thalamus – hipotalamus – hifosis –adrenal – ovarium.selain itu terdapat organ atau sistem ekstragonad yang dipengaruh oleh sistem reproduksi seperti payudara ,kulit daerah tertentu pigmen dan sebagainya.

GENITALIA EKSTERNA

Vulva
Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum, kelenjar-kelenjar pada dinding vagina.

Mons pubis / mons veneris
Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis.

Labia mayora ( bibir besar )
Adalah dua lipatan tebal yang membentuk lipatan tebal yang membentuk sisi
vulva ,dan terdiri atas kulit dan lemak dan jaringan otot polos ,pembuluh darah dan
serabut saraf .Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak mengandung pleksus vena. Labia mayora panjangnya kira –kira 7,5 cm .Homolog embriologik dengan skrotum pada pria. Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia mayora. Di bagian bawah perineum, labia mayora menyatu (pada commisura posterior).

Labia minora
Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora, tidak mempunyai folikel
rambut. Banyak terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf.

Clitoris (kelentit)
Merupakan bangunan kecil , terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak
di bagian superior vulva,dan corpus clitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina. Homolog embriologik dengan penis pada pria. Terdapat juga reseptor androgen pada clitoris. Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf, sangat sensitif.

Vestibulum
Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchet, batas lateral labia
minora. Berasal dari sinus urogenital. Terdapat 6 lubang/orificium, yaitu orificium urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis.untuk memeriksa vestibulum kedua lipatan labia minora harus dipisahkan agar vestibulum tampak.

Introitus / orificium vagina
Terletak di bagian bawah vestibulum. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis
bermukosa yaitu selaput dara / hymen, utuh tanpa robekan.
hymen merupakan suatu membran yang berlubang yang dapat dilewati oleh darah menstruasi.Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau fimbriae. Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae). Bentuk himen postpartum disebut parous.

Corrunculae myrtiformis atau caruncula hymentalis adalah sisa – sisa selaput darah yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan / para. Hymen yang abnormal, misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna.

Vagina
Vagina adalah tabung berotot yang dilapisi membran dari jenis efitelium
bergaris yang khusus dialiri pembuluh darah dan serabut saraf secara berlimpah panjang vangina dari dari vestibula sampai uterus .

Dindingnya bersambung secara normal dan mengelilingi bangian bawar servix uteri depan dan se .Rongga muskulomembranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix
uteri di bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. Daerah di sekitar cervix disebut fornix, dibagi dalam 4 kuadran : fornix anterior, fornix posterior, dan fornix lateral kanan dan kiri. Vagina memiliki dinding ventral dan dinding dorsal yang elastis. Dilapisi epitel skuamosa berlapis, berubah mengikuti siklus haid.

Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan).
Bagian atas vagina terbentuk dari duktus Mulleri, bawah dari sinus urogenitalis. Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterior, posterior dan lateralis di sekitar cervix uteri. Titik Grayenbergh (G-spot), merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding vagina, sangat sensitif terhadap stimulasi orgasmus vaginal.

Perineum
Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot
diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra). Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina. Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur.

Meatus uretra
Dikenal sebagai ostium urethra externum dan bermuara .ini terletak 2,5 cm dibawah clitoris.

Dua duktus skene
Muara kedua tubuli skene berjalan sejajar dengan uretra sepanjang  6 mm dan
bermuara pada kedua sisi ostium uretra externum .

Dua duktus dan grandula bartholini
Terletak dikedua sisi vagina terbentuk dan besarnya sebanding dengan kacang
capri.

Genetalia interna
Organ kelamin dalam membentuk sebuah jalur (saluran kelamin), yang terdiri dari:

o Ovarium (indung telur), menghasilkan sel telur
o Tuba falopii (ovidak), tempat berlangsungnya pembuahan
o Rahim (uterus), tempat berkembangnya embrio menjadi janin
o Vagina, merupakan jalan lahir.

Dalam keadaan normal, dinding vagina bagian depan dan belakang saling bersentuhan sehingga tidak ada ruang di dalam vagina kecuali jika vagina terbuka (misalnya selama pemeriksaan atau selama melakukan hubungan seksual).

Pada wanita dewasa, rongga vagina memiliki panjang sekitar 7,6-10 cm. Sepertiga bagian bawah vagina merupakan otot yang mengontrol garis tengah vagina. Dua pertiga bagian atas vagina terletak diatas otot tersebut dan mudah teregang.

Ovarium (indung telur)
Wanita pada umumnya mempunyai 2 indung telur kanan dan kiri ,yang dengan
mesovarium mengantung bagian belakang ligamentum latum ,kiri dan kanan .dua indung itu adalah kelenjar berbentuk biji buah kenari ,terletak dikanan dan kiri uterus .ovarium adalah kurang lebih besarnya.ovarium dalah kurang lebih sebesar ibu jari tangan dengan ukuran panjang kira – kira 4 cm ,lebar dan tebal kira – kira 1,5 cm .Struktur ovarium terdiri atas korteks di sebelah luar oleh epitelium germinativum yang berbentuk kubik dan didalam terdiri dari stroma secara folikel – folikel primordial ,medulla disebelah dalam korteks tempat terdapat stroma dengan pembuluh – pembuluh darah .serabut – serabut saraf dan sedikit otot polos.

Salping / Tuba Falopii
Embriologik uterus dan tuba berasal dari ductus Mulleri. Sepasang tuba kiri
kanan, panjang 8-14 cm, berfungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai cavum uteri. Fimbria penting artinya bagi tuba untuk menangkap telur untuk kemudian menyalurkan telur kedalam tuba.

Dinding tuba terdiri tiga lapisan : serosa, muskular (longitudinal dan sirkular) serta mukosa dengan epitel bersilia.Tuba fallopii terdiri dari pars interstitialis, pars isthmica, pars ampularis, serta pars infundibulum dengan fimbria,dengan karakteristik silia dan ketebalan dinding yang berbeda-beda pada setiap bagiannya (gambar) Tuba falopii membentang sepanjang 5-7,6 cm dari tepi atas rahim ke arah ovarium.
Pars ampularis (medial/ampula) .Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula / infundibulum,dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini.

Tuba fallopi terdiri dari:
1. Pars isthmica (proksimal/isthmus)
Merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfingter uterotuba pengendali transfer gamet.

2. Pars ampularis (medial/ampula)
Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula / infundibulum, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini.

3. Pars infundibulum (distal)
Dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada ujungnya,
melekat dengan permukaan ovarium.Fimbriae berfungsi "menangkap" ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium, dan membawanya ke dalam tuba.

4. Mesosalping
Jaringan ikat penyangga tuba (seperti halnya mesenterium pada usus).

Ujung dari tuba kiri dan kanan membentuk corong sehingga memiliki lubang yang lebih besar agar sel telur jatuh ke dalamnye ketika dilepaskan dari ovarium.
Ovarium tidak menempel pada tuba falopii tetapi menggantung dengan bantuan sebuah ligamen.

Sel telur bergerak di sepanjang tuba falopii dengan bantuan silia (rambut getar) dan otot pada dinding tuba.Jika di dalam tuba sel telur bertemu dengan sperma dan dibuahi, maka sel telur yang telah dibuahi ini mulai membelah.Selama 4 hari, embrio yang kecil terus membelah sambil bergerak secara perlahan menuruni tuba dan masuk ke dalam rahim.Embrio lalu menempel ke dinding rahim dan proses ini disebut implantasi.

Setiap janin wanita pada usia kehamilan 20 minggu memiliki 6-7 juta oosit (sel telur yang sedang tumbuh) dan ketika lahir akan memiliki 2 juta oosit.
Pada masa puber, tersisa sebanyak 300.000-400.000 oosit yang mulai mengalami pematangan menjadi sel telur. Tetapi hanya sekitar 400 sel telur yang dilepaskan selama masa reproduktif wanita, biasanya setiap siklus menstruasi dilepaskan 1 telur.

Ribuan oosit yang tidak mengalami proses pematangan secara bertahap akan hancur dan akhirnya seluruh sel telur akan hilang pada masa menopause.Sebelum dilepaskan, sel telur tertidur di dalam folikelnya.Sel telur yang tidur tidak dapat melakukan proses perbaikan seluler seperti biasanya, sehingga peluang terjadinya kerusakan pada sel telur semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usia wanita. Karena itu kelainan kromosom maupun kelainan genetik lebih mungkin terjadi pada wanita yang hamil pada usianya yang telah lanjut.

Rahim ( uterus )
Rahim merupakan suatu organ yang berbentuk seperti buah pir dan terletak di puncak vagina.Rahim terletak di belakang kandung kemih dan di depan rektum, dan diikat oleh 6 ligamen .Dindingnya terdirinya atas otot – otot polos . Ukuran panjang uterus adalah 7 – 7,5 cm dan lebarnya diatas 5,25 cm dan tebalnya 2,5 cm Rahim terbagi menjadi 3 bagian, yaitu fundus uteri, serviks uteri dan korpus uteri (badan rahim). Fundus uteri adalah bagian uterus proksimal. Serviks merupakan uterus bagian bawah yang membuka ke arah vagina.Servik uteri terbagi atas :parsvaginalis servisis uteri yang dinamakan porsio,pars supravaginalis servisis uteri adalah bagian serviks yang berada diatas vagina .

Korpus uteri adalah bagian uterus yang terbesar . Korpus biasanya bengkok ke arah depan.Selama masa reproduktif, panjang korpus adalah 2 kali dari panjang serviks.
Korpus merupakan jaringan kaya otot yang bisa melebar untuk menyimpan janin. Selama proses persalinan, dinding ototnya mengkerut sehingga bayi terdorong keluar melalui serviks dan vagina.

Ilustrasi. Struktur Bagian Dalam Uterus
Uterus sebenarnya terapung – apung dalam rongga pelvis dengan jaringan ikat dan ligamenta yang menyokongnya ,sehingga terfiksasi dengan baik .ligamenta yang memfiksasi uterus adalah :
1. Ligamentum kardinale sinistrum et dekstrum(mackenrodt )yakni ligamentum yang terpenting yang mencegah supaya uerus tidak turun ,terdiri dari jaringan ikat tebal ,dan berjalan dari serviks puncak vagina kearah lateral dinding pelvis . Didalamnya ditemukan banyak pembuluh darah ,antara lain vena dan ateria uterina.


2. Ligamentum sakro – uterinum sinistrum et dekstrum yakni ligamentum yang menahan agar uterus tidak banyak bergerak ,berjalan dari servik bagian belakang ,kiri dan kanan dan kearah sakrum kiri dan kanan .
3. Ligamentum rotundum sinistrum et dekstrum yakni ligamentum yang menahan uterus dalam antefleksi dan berjalan dari sudut fundus uteri kedaerah inguinal kiri dan kanan.
4. Ligamentum latum sinistrum et dekstrum yakni ligamentum yang meliputi tuba ,berjalan dari uterus ke arah sisi ,tidak banyak mengandung jaringan ikat .
5. Ligamentum infundibulo – pelvikum yakni ligamentum yang menahan tuba fallopii berjalan dari arah infundibulum ke dinding pelvis.
Serviks uteri

Cervix adalah bagian bawah dari uterus yang memiliki saluran menuju vagina.
Bagian atas uterus adalah saluran falopian. Dekat dengan bagian bawah saluran ini adalah ovarium.

Ovarium menghasilkan sekitar 200 ribu sampai 400 ribu folikel. Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos, jalinan jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin.

Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar, arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium uteri internum (dalam, arah cavum).
Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium externum bulat kecil, setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina ischiadica. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam, peptida dan air. Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviks dipengaruhi siklus haid.

Corpus uteri
Terdiri dari : paling luar lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada
ligamentum latum uteri di intraabdomen, tengah lapisan muskular/miometrium berupa otot polos tiga lapis (dari luar ke dalam arah serabut otot longitudinal, anyaman dan sirkular), serta dalam lapisan endometrium yang melapisi dinding cavum uteri, menebal dan runtuh sesuai siklus haid akibat pengaruh hormon-hormon ovarium. Posisi corpus intraabdomen mendatar dengan fleksi ke anterior, fundus uteri berada di atas vesica urinaria.Proporsi ukuran corpus terhadap isthmus dan serviks uterus bervariasi selama pertumbuhan dan perkembangan wanita (gambar).

Vaskularisasi uterus .Terutama dari arteri uterina cabang arteri hypogastrica/illiaca interna, serta arteri ovarica cabang aorta abdominal

ORGAN REPRODUKSI / ORGAN SEKSUAL EKSTRAGONADAL
 Payudara

Kelenjar mama atau payudara merupakan pelengkap pada organ reproduksi
pada wanita .Buah dada terletak didalam fasia superfisialis didaerah pektoral antara sternum dan axila dan melebar dari kira – kira iga kedua atau ketiga sampai ke iga keenam atau ketujuh .Berat buah dada berlain – lainan ;pada masa pubertas membesar ,dan bertambah besar selama hamil dan sesudah melahirkan dan menjadi atrofik pada usia lanjut .

Bentuk buah dada cembung ke depan dengan punting di tengahnya ,yang terdiri dari kulit dan jaringan efitel yang berwarna tua .punting ini dilingkari daerah berwarna coklat yang disebut areola.dekat dasar terdapat kelenjar sebaseus ,yaitu kelenjar montgomeri ,yang mengeluarkan zat lemak supaya punting tetap lemas .punting berlubang 15 sampai 20 buah yang merupakan saluran kelenjar susu.Seluruh susunan kelenjar payudara berada di bawah kulit di daerah pektoral.

Terdiri dari massa payudara yang sebagian besar mengandung jaringan lemak, berlobus-lobus (20-40 lobus), tiap lobus terdiri dari 10-100 alveoli, yang di bawah pengaruh hormon prolaktin memproduksi air susu. Dari lobus-lobus, air susu dialirkan melalui duktus yang bermuara di daerah papila / puting.

Fungsi utama payudara adalah laktasi, dipengaruhi hormon prolaktin dan oksitosin pascapersalinan. Kulit daerah payudara sensitif terhadap rangsang, termasuk sebagai sexually responsive organ.

 Kulit

Di berbagai area tertentu tubuh, kulit memiliki sensitifitas yang lebih tinggi
dan responsif secara seksual, misalnya kulit di daerah bokong dan lipat paha dalam.
Protein di kulit mengandung pheromone (sejenis metabolit steroid dari keratinosit epidermal kulit) yang berfungsi sebagai ‘parfum’ daya tarik seksual (androstenol dan androstenon dibuat di kulit, kelenjar keringat aksila dan kelenjar liur). Pheromone ditemukan juga di dalam urine, plasma, keringat dan liur.

• POROS HORMONAL SISTEM REPRODUKSI

o Badan pineal
Suatu kelenjar kecil, panjang sekitar 6-8 mm, merupakan suatu penonjolan
dari bagian posterior ventrikel III di garis tengah. Terletak di tengah antara 2 hemisfer otak, di depan serebelum pada daerah posterodorsal diensefalon. Memiliki hubungan dengan hipotalamus melalui suatu batang penghubung yang pendek berisi serabut-serabut saraf. Hormon melatonin : mengatur sirkuit foto-neuro-endokrin reproduksi. Tampaknya melatonin menghambat produksi GnRH dari hipotalamus, sehingga menghambat juga sekresi gonadotropin dari hipofisis dan memicu aktifasi pertumbuhan dan sekresi hormon dari gonad. Diduga mekanisme ini yang menentukan pemicu / onset mulainya fase pubertas.

o Hipotalamus
Kumpulan nukleus pada daerah di dasar otak, di atas hipofisis, di bawah
talamus.Tiap inti merupakan satu berkas badan saraf yang berlanjut ke hipofisis sebgai hipofisis posterior (neurohipofisis). Menghasilkan hormon-hormon pelepas : GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone), TRH (Thyrotropin Releasing Hormone), CRH (Corticotropin Releasing Hormone) , GHRH (Growth Hormone Releasing Hormone), PRF (Prolactin Releasing Factor). Menghasilkan juga hormon-hormon penghambat : PIF (Prolactin Inhibiting Factor).

o Pituitari / hipofisis
Terletak di dalam sella turcica tulang sphenoid. Menghasilkan hormon
hormon gonadotropin yang bekerja pada kelenjar reproduksi, yaitu perangsang pertumbuhan dan pematangan folikel (FSH - Follicle Stimulating Hormone) dan hormon lutein (LH - luteinizing hormone). Selain hormon-hormon gonadotropin, hipofisis menghasilkan juga hormon-hormon metabolisme, pertumbuhan, dan lain-lain

o Ovarium
Berfungsi gametogenesis / oogenesis, dalam pematangan dan pengeluaran
sel telur (ovum).Selain itu juga berfungsi steroidogenesis, menghasilkan estrogen (dari teka interna folikel) dan progesteron (dari korpus luteum), atas kendali dari hormon-hormon gonadotropin.

o Endometrium
Lapisan dalam dinding kavum uteri, berfungsi sebagai bakal tempat
implantasi hasil konsepsi. Selama siklus haid, jaringan endometrium berproliferasi, menebal dan mengadakan sekresi, kemudian jika tidak ada pembuahan / implantasi, endometrium rontok kembali dan keluar berupa darah / jaringan haid.
Jika ada pembuahan / implantasi, endometrium dipertahankan sebagai tempat konsepsi. Fisiologi endometrium juga dipengaruhi oleh siklus hormon-hormon ovarium.

HORMON-HORMON REPRODUKSI

GnRH (Gonadotrophin Releasing Hormone)
Diproduksi di hipotalamus, kemudian dilepaskan, berfungsi menstimulasi
hipofisis anterior untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH / LH ).

FSH (Follicle Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel basal hipofisis anterior, sebagai respons terhadap GnRH.
Berfungsi memicu pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita (pada pria : memicu pematangan sperma di testis).
Pelepasannya periodik / pulsatif, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 3 jam), sering tidak ditemukan dalam darah. Sekresinya dihambat oleh enzim inhibin dari sel-sel granulosa ovarium, melalui mekanisme feedback negatif.

LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)
Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH
berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron.


Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat. (Pada pria : LH memicu sintesis testosteron di sel-sel Leydig testis).

Estrogen

Estrogen (alami) diproduksi terutama oleh sel-sel teka interna folikel di
ovarium secara primer, dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi di kelenjar adrenal melalui konversi hormon androgen. Pada pria, diproduksi juga sebagian di testis.
Selama kehamilan, diproduksi juga oleh plasenta.Berfungsi stimulasi pertumbuhan dan perkembangan (proliferasi) pada berbagai organ reproduksi wanita.
Pada uterus : menyebabkan proliferasi endometrium.
Pada serviks : menyebabkan pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks.
Pada vagina : menyebabkan proliferasi epitel vagina.
Pada payudara : menstimulasi pertumbuhan payudara.

Juga mengatur distribusi lemak tubuh.pada tulang, estrogen juga menstimulasi osteoblas sehingga memicu pertumbuhan / regenerasi tulang. Pada wanita pascamenopause, untuk pencegahan tulang keropos / osteoporosis, dapat diberikan terapi hormon estrogen (sintetik) pengganti.

Progesteron
Progesteron (alami) diproduksi terutama di korpus luteum di ovarium,
sebagian diproduksi di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga diproduksi di plasenta.
Progesteron menyebabkan terjadinya proses perubahan sekretorik (fase sekresi) pada endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan yang optimal jika terjadi implantasi.

HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)
Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas
(plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml).
Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik.Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb).

LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin
Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan
produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum.


Pada kehamilan, prolaktin juga diproduksi oleh plasenta (HPL / Human Placental Lactogen).Fungsi laktogenik / laktotropik prolaktin tampak terutama pada masa laktasi / pascapersalinan.Prolaktin juga memiliki efek inhibisi terhadap GnRH hipotalamus, sehingga jika kadarnya berlebihan (hiperprolaktinemia) dapat terjadi gangguan pematangan follikel, gangguan ovulasi dan gangguan haid berupa amenorhea.

Daftar pustaka

sumber : Apotik online dan media informasi obat - penyakit :: m e d i c a s t o r e . c o m
http://www.indonesiaindonesia.com/f/13082-sistem-reproduksi-wanita/

http://www.bluefame.com/lofiversion/index.php/t82111.html

http://www.medicastore.com/fertitest/isi.php?isi=organrep

Prof.dr wiknjosastro,Hanifa . 2007.Ilmu kebidanan .Tridasa printer.Jakarta

Blumenthal ,Louise H.2002. Atlas anatomi .Djambatan .Jakarta




Related Post:

0 komentar:

Daftar Isi

Welcome to Kumpulan Materi Keperawatan

Bismillah, Alhamdulillah, My Name is Ilham Burhanuddin and my nickname is Ilo and I was born in kendari on Juli 15, 1986. I’m Blogger from Indonesia. I hope all my Posts is usefull for all of you. Thanks for visit here and support me. The text, images and the tutorials themselves are under copyright of their respective author, so you cannot copy them either in english or in any other translated language. Also the Blogger Templates and Widgets provided on this website are licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 License, which permits both personal and commercial use. However, to satisfy the ‘attribution’ clause of the license, you are required to keep the footer links intact which provides due credit to its authors.

Social Stuff

  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • HOME
Info